bintang

Kamis, 20 Oktober 2011

Sajak Ketika Kau Tikam Aku


Apalah arti senyummu ketika rasa sakit kau tikamkan ulu hati?
Aku tak butuh senyum seindah apa pun
Bagiku tetaplah keindahan sebilah pisau
Yang telah terlanjur kau benamkan di dada
Lalu dengan senyum di bibir kau menari di atas ketergeletakanku
Bersama setumpuk tawa
Merah. . . merah sudah tanah tempatku tergeletak
: terkapar aku oleh rasa sakit yang kau torehkan dng sempurna.

Jangan kau tanya dng apa
Kau tebus sebuah kata maafJangan tanyakan itu padaku
Karena jawabku hanyalah jawaban sinting
Orang yg sedang dilanda gelisah
Aku tak yakin kau mampu menebusnya
: aku ingin tubuh dan jiwamu menjadi bagian hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

;'monggo;'