bintang

Kamis, 20 Oktober 2011

Cinta..... Tidak Harus Memiliki (Sebuah Kisah)


“Saya adalah Abu Dharda’ dan ini adalah saudara saya, Salman seorang Parsi.  Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya.  Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah SAW, sehingga baginda menyebut beliau sebagai ahli baitnya.  Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar puteri anda untuk disunting”, fasih Abu Dharda’ menutur bicaranya.

“Adalah satu penghormatan bagi kami menerima anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia.  Dan adalah penghormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama.  Akan tetapi hak menerima ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami”.  Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan penuh debaran.

“Maafkan kami karena terpaksa berterus terang”, kata suara lembut itu.  Ternyata sang ibu yang berbicara mewakili puterinya.  “Tetapi karena anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.  Namun jika Abu Dharda’ juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menerima pinangan itu.”

Jelas sekali.  Sikap terus terang yang begitu mengejutkan, ironi dan indah! Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya!

Ya, memang mengejutkan dan ironi.  Apa yang indah?? Yang indah adalah reaksi Salman.  Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat di dalam hati.

“Allahu Akbar!!” seru Salman.  “Semua mahar dan nafkah yang telah ku sediakan akan aku serahkan kepada Abu Dharda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”


Cinta memang tak harus memiliki…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

;'monggo;'