bintang

Kamis, 08 Maret 2012

Semalu Hati..Sepilu Jiwa

Sampai kapan
Hati ini disimpan berlagu duka
Membentuk helaian kisah yang tak pasti
..lagi terjadi
..tak mahu terjadi
Ku hendaknya..

Nun di sana masihkah bersinar
Tak pasti.. nampaknya
Terlindung atau sudah malap
..serinya
..kasihnya
Mungkin ada.. masih

Tapi tak bisa menyentuh
Membuang bagai mencabut duri
Menyakitkan.. berbekas tajam
Bukan sekadar berdarah..
..tapi berparut dalam
Meninggal ingatan..
..yang kuat hakikat melukakan..
Semalu hati.. sepilu jiwa

Apa Akhir Rindu

Hati jiwa ini andai kau tahu..

Menangis merindu
Merintih merindu
..tersangat... rindu

Kata yang satu menyepi
Kalam yang satu menyendiri
menyapa hati
kalbu yang dini

kamu... sampai bila lagi..
kamu... sampai ajalku mati?

Sesungguhnya.. hati jiwa ini andai kau tahu..

Ingin menyapa kamu
Tak sanggup lagi sendu
... sungguh.. aku rindu.

Merindu yang tak sudah
Merindu sungguh nan gundah

Alpaan tangis ini menggapai semangat
pada alam yang satu
pada dingin yang kalbu

Kini.. aku faham hati jiwa mu Pungguk
faham akan jiwamu yang tak habis rindukan bulan
biar bulan kejam, engkau tetap di situ
menanti merindu.. meniti merindu..

Apa akhir rindu kita Pungguk?


tak kasih kah kau padaku

mengungkap bahasa jiwa yang sepi
menanti sesuatu yang mahu mengalir
dek sentuhan kasih yang suci
rindu yang amat..
...sangat

lantas mengalir saja airmata ini
mengenang
kasih yang duka
asmara yang luka
tak mahu berlayar pergi
meninggalkan aku

mengapa saja tak mahu..
mengapa saja mendekatkan..
mengapa saja melewati ku..

seksa sudah tak mampu lagi
                                                                tak kasihankah pada ku..

;'monggo;'