Dear a',
Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebaikan bagimu ^.^
Aku baik-baik saja, ah... seharusnya tak perlu kukatakan kabarku bagaimana, toh kamu tak pernah menanyakannya.
Febry kamu jangan berpikiran aku tengah menangis saat surat ini ku tulis. Aku sedang tersenyum a'. Senyum yang dulu pernah kau kenal.
Aku bahagia, meskipun aku tak bisa mengelak masih tersisa luka, tapi luka ini tak lagi menyakitiku. Aku tak lagi menangis jika namamu disebut. Aku tak lagi merasa kosong saat melewati sudut-sudut penuh kenangan.
Jika ada satu atau dua bulir air mata membayang, itu hanya karna aku tidak benar-benar dapat membuang kenanganmu.
A'... ah apa masih pantas kusematkan panggilan itu padamu, sementara kita tak lagi menjadi 'kita'
^.^ Takdir tlah memisahkan jalan hidup kita sekarang...
Untuk esok entahlah...
Ah... Sungguhnya aku hanya ingin kau tahu, aku baik-baik saja dan bahagia dengan caraku...
Percayalah aku kan menjaga jejak yg kau tinggal...
Dan percayalah ,aku akan slalu menJaga Apa yang sudah menjadi kenangan di antara kita,,
feb,, engkau adalah wanita Yang pernah aku sayangi sampai sekarang ini ,detik ini,, dan nafas ini yg mengiringi kisah tanganku untuk menulisnya,,
feb ,, sampai detik ini aku sangat merinndukan ,menginginkan untuk melihat senyum nya yang pernah engkau berikan untukku,,,
n.b. karna di detik terakhir aku selesai menulisnya, aku merobek habis kertas itu,,,he
maaf yach,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar